Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

benci

Kau diam saat aku melukai diri, kau tau? luka ini bahkan tak lebih sakit dari luka yang kau beri. Kau meneteskan airmata selagi kau meminta maafku yang tertahan dalam hati. 1 tahun semua mimpi yang kita rajut, kau hapus dengan tinta merah dari darahku yang mengalir dari patahan sekeping hati yang kujaga selama ini. Namun hati ini belajar tegar. Hingga saat kau kembali, membawa cerita baru, udara baru yang membuatku kembali menatap senyum dan mata khasmu. Kau berhasil membuatku jatuh cinta kembali, maka kau berucap rindu, yang ku balas dengan senyuman. Kau menyambut dengan sebuah jamuan makan malam, maka ku datang dengan perasaan bahagia. Tak ku sangka kau masih ingat mimpi yang pernah kita rajut dahulu, kita tertawa dan tenggelam dalam perasaan temu rindu. Kau memang orangnya, orang yang mampu membuat senyumku kembali mekar. Hatiku yang serasa mati kini kembali bernafas.

Postingan Terbaru